Tinggi badan seseorang bisa dipengaruhi oleh beberapa hal seperti genetik yang diturunkan dari orang tua, asupan nutrisi dan stimulasi yang diperoleh sejak kecil. Sama seperti berat badan, tinggi badan juga bisa memegang peran dalam menentukan resiko-resiko penyakit tertentu.

orang tinggi dan orang pendek

Studi menunjukkan bahwa orang-orang yang memiliki tubuh tinggi memiliki resiko lebih rendah untuk penyakit kardiovaskuler dan diabetes tipe 2. Namun semakin tinggi seseorang maka semakin tinggi juga resikonya terkena kanker seperti dikatakan oleh Profesor Matthias Schulze dari German Institute of Human Nutrition.

"Data epidemiologi menunjukkan bahwa per 6,5 sentimeter (cm) tinggi badan maka resiko kematian akibat kardiovaskular berkurang 6 persen. Tapi kematian kanker secara kontras akan naik sebanyak 4 persen," kata Schulze seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (4/2/2016).

Peneliti lainnya, Profesor Norbert Stefan dari University of Tübingen menjelaskan mengapa orang tinggi bisa lebih rendah resikonya mengalami diabetes tipe 2 karena memiliki faktor pertumbuhan insulin (IGF) 1 dan 2 yang kuat.

"Oleh karena itu, orang-orang tinggi akan lebih sensitif terhadap insulin dan memiliki tingkat lemak perut yang lebih rendah di liver. Ini menjelaskan mengapa mereka memiliki resiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes 2 yang rendah," papar Stefan.

Aktivasi IGF-1 dan IGF-2 ini sayangnya juga menjadi alasan mengapa orang tinggi lebih rentan kena kanker. Lebih spesifiknya kanker payudara, usus dan melanoma karena pertumbuhan sel yang terus aktif.