Agar anak tumbuh optimal, nutrisi dan stimulasi harus diberikan dengan baik. Nah, nutrisi untuk anak hendaknya sudah diberikan sejak anak masih dalam kandungan.

Ya, masa kehamilan seorang ibu menjadi masa krusial karena nutrisi diperlukan untuk perkembangan janin. Karena itu jika ibu tidak mengasup cukup nutrisi maka janinnya beresiko tidak tumbuh optimal, akibatnya bisa lahir dengan berat badan rendah. Hati-hati, bayi yang lahir dengan berat badan rendah beresiko tumbuh pendek.

bayi ditimbang, timbang bayi, bayi lahir, bobot bayi, timbang bayi, berat badan bayi, bayi tidak tumbuh optimal, berat badan rendah, pertumbuhan anak, terapi suntik hormon, bayi dengan berat badan rendah

Menurut Dr dr Aman Bhakti Pulungan, SpA (K) bayi yang lahir dengan berat badan rendah beresiko 15 persen mengalami tubuh pendek karena kekurangan hormon perkembangan. Hal tersebut juga dikenal dengan nama Growth Hormone Deficiency (GHD).

"Berat badan lahir rendah menyebabkan hormon perkembangan kurang optimal dalam bekerja, walaupun bisa normal jika diobati," ucap dr Aman di acara International Growth Awareness Day 2016: Pentingnya Memonitor Pertumbuhan Anak di Gedung Tempo Pavilion 2, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (15/9/2016).

dr Aman mengatakan untuk penanganannya bisa dilakukan dengan cara melakukan terapi suntik hormon. Namun prosedur ini harus dilaksanakan sesegera mungkin karena jika tulang epifisis di tengkorak sudah menutup, prosedur ini tidak akan berpengaruh pada tinggi badan.

Sedangkan menurut Guru Besar Teknologi dan Pangan IPB, Prof Dr Made Astawan beberapa waktu lalu, resiko lain ketika bayi lahir dengan berat badan rendah yaitu penurunan inteligensia dan penurunan imunitas. "Selain itu berat badan lahir rendah juga meningkatkan morbiditas dan mortalitas, serta meningkatkan penyakit degeneratif di masa dewasa," imbuh Prof Made.