Ibu mana sih yang enggak kepingin anaknya tumbuh sehat dengan tinggi badan yang ideal? Sayangnya, tak semua anak beruntung mendapatkannya. Sebab, ada beragam hal yang bisa membuat pertumbuhan tinggi badan anak jadi tertunda.


Lantas, bagaimana sih menambah tinggi badan anak? Nah, berikut ini beberapa upaya yang bisa ibu lakukan untuk mengoptimalkan tinggi badan anak:

1. Harus Makanan Bergizi Seimbang

Makanan bergizi seimbang merupakan syarat utama untuk mengoptimalkan tinggi badan anak. Gizi seimbang merupakan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Nah, untuk memperoleh gizi seimbang ini, anak perlu mengonsumsi beberapa nutrisi yang dibutuhkan. Mulai dari protein, lemak, serat, karbohidrat, vitamin, dan juga berbagai mineral penting.

Berikut ini beberapa makanan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi seimbang yang dibutuhkan oleh anak. Kacang, daging ayam, sayuran hijau, yoghurt, telur, buah-buahan, hingga ikan salmon.

Selain dari makanan, nutrisi dan gizi juga bisa ibu dapatkan dari suplemen yang tepat. Kini, ibu bisa mendapatkan suplemen dan vitamin untuk anak dari rumah dengan Halodoc. Dengan layanan beli obat, ibu tinggal tunggu pesanan suplemen di antar dari apotek. 

2. Berikan Susu

Cara menambah tinggi badan anak juga bisa melalui susu. Susu mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil untuk mengoptimalkan tinggi badannya. Susu mengandung protein, magnesium, zink, lemak, dan berbagai mineral penting lainnya.

Pilihlah susu yang mengandung protein berkualitas. Misalnya, dilengkapi dengan asam amonio esensial. Untuk menambah informasi mengenai jenis susu yang tepat untuk mengoptimalkan tinggi anak, tidak ada salahnya gunakan Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter anak. 

3. Ajak untuk Berolahraga

Selain dua hal di atas, cara menambah tinggi badan anak juga bisa dengan rutin berolahraga. Ingat, olahraga juga memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Rutin berolahraga bisa memperkuat otot memperkuat otot, tulang, dan menambah produksi human growth hormone (HGH). Nah, hormon inilah yang amat memengaruhi tinggi badan anak.

Lantas, berapa lama sebaiknya Si Kecil berolahraga? Menurut ahli di KidsHealth, balita setidaknya perlu bermain aktif selama 60 menit tiap hari dan usia prasekolah setidaknya 120 menit per hari. Durasi ini harus mencakup aktivitas fisik terencana yang dipimpin oleh orang dewasa.

Ingat, anak kecil tidak boleh tidak aktif untuk jangka waktu yang lama. Misalnya, tidak lebih dari satu jam, kecuali ketika mereka sedang tidur. Sedangkan anak-anak usia sekolah, tidak boleh tidak aktif selama periode lebih dari dua jam.

Lalu, olahraga apa yang bisa membantu menambah tinggi badan anak?

Ada berbagai berapa jenis olahraga yang dianggap efektif untuk menambah tingi badan anak, meskipun belum dibuktikan secara ilmiah. Di antaranya berenang, bermain basket, dan lompat tali.

4. Perhatikan Jadwal Tidurnya

Tidur bisa juga bisa membantu mengoptimalkan tinggi badan anak. Ketika tidur tubuh akan menghasilkan hormon-hormon penting. Salah satunya HGH, hormon pertumbuhan yang memengaruhi tinggi badan anak.

Lantas, berapa durasi tidur yang tepat untuk anak? Nah, berikut ini durasi tidur menurut para ahli dalam National Sleep Foundation:

  • Bayi baru lahir (0–3 bulan): 14–17 jam setiap hari.
  • Bayi (4–11 bulan): 12–15 jam.
  • Balita/Toddlers (1–2 tahun): 11–14 jam.
  • Balita/Preschoolers (3–5 tahun): 10–13 jam.
  • Anak usia sekolah (6–13 tahun): 9–11 jam.
  • Remaja (14–17 tahun): Rentang tidur melebar satu jam menjadi 8–10 jam.